MENGINGAT ALLAH DALAM SETIAP LANGKAH


Ingat kepada Allah seperti apa sebenernya yang harus kita lakukan ?
Itu pertanyaan pertama kali saya ketika saya mendengarkan nasihat tentang keutamaan Mengingat Allah, namun pertanyaan itu memang tidak saya lontarkan, karena saya simpan dalam hati…Mengapa ? karena bagi saya pribadi, Mengingat Allah tentunya harus dlakukan setiap saat, kapanpun dan dimanapun…Dalam shalat 5 waktu ? tentu saja, tapi kadang Hati saya merasakan bahwa tidak cukup dalam 5 waktu saja kita mengingatnya, tidak hanya pada saat kita membaca Al Qur’an, atau pada saat kita berkumpul dalam sebuah majelis pengajian.
Karena, dalam 24 jam aktifitas kehidupan yang saya jalani, jujur saya akui bahwa waktu shalat saya tidak lebih lama dari aktifitas pekerjaan saya sehari-hari, bahkan jika dibuat “statistiknya”, porsi aktifitas duniawi  pastinya akan lebih banyak . Jadi…yang harus mampu dilakukan, adalah mengingat Allah (Dzikrullah) sebanyak mungkin yang mampu kita lakukan, bertasbih kepadanya sebanyak mungkin, bukankah Malaikat juga bertasbih kepadanya (QS Al Baqarah : 30), Langit, bumi beserta isinya pun Bertasbih kepadanya (QS Al Isra : 44).
Karena itu, ingatlah kamu kepada-Ku niscaya Aku ingat (pula) kepadamu, dan bersyukurlah kepada-Ku, dan janganlah kamu mengingkari (nikmat)-Ku (QS AL Baqarah 2:152).
Mengingat Allah sebenarnya dapat kita rasakan dan  kita tanamkan selamanya seumur hidup melalui Akal dan Pikiran , serta pada Hati, Perasaan dan Jiwa/Rohani. Namun, Mengingat Allah dengan Akal dan Pikiran saja tidak akan tertanam dalam Hati, Perasaan dan Jiwa. Hanya akan bertahan beberapa saat saja, dan kemudian dengan mudah akan lupa dengan begitu saja.
Karena, kita harus mampu menghadirkan Allah dalam setiap aktifitas kita, hingga kita betul-betul merasakan kecintaan yang sangat kepadanya. Dan…Sebaiknya janganlah kita sampai melupakan kegiatan Mengingat Allah ini, bahkan sampai melupakan Allah, hanya karena kehidupan Dunia, Harta, Anak-Isteri serta kesibukan-kesibukan didalam ber-ikhtiar, ber-usaha maupun pekerjaan kita.

Misalkan kita punya kekasih pujaan hati , biasanya kita akan coba untuk membuatnya juga mengingat kita, dengan kirim sms, telpon..atau apapun bentuknya yang membuat dia menjadi ingat kita,  agar kondisinya sama dengan yang kita rasakan, mau tidur, bangun tidur, lagi kerja kita juga ingat terus si dia…

Jadi…

Memindahkah rasa, mengalihkan rasa dari mengingat Makhuknya secara berlebihan, tentu menjadi lebih penting agar jangan sampai kita menjadi terlena dan melupakan Allah, sebanyak mungkin kita cari upaya untuk mencari perhatiannya, Membuatnya menjadi mengingat Kita juga, dan tentunya janji Allah pasti, kita Ingat terus, Ia pun akan Ingat Kita, dan hasilnya pasti luar biasa jika Allah Ingat kepada kita saat kita berdoa, saat kita memohon petunjuk dan pertolongannya…Ini yang saya harapkan sekali.

Tentunya, mengingat Allah perlu kita latih, kita biasakan juga. Hingga kita mampu Ingat kepadanya, dalam setiap keadaan…
Saat kita diberikan kenikmatan, kita menjadi pribadi yang bersyukur…
Saat kita di uji dan ditimpa musibah, kita akan menjadi pribadi yang bersabar…
Saat kita terluka, kita tetap yakin bahwa Semua kehendakNya adalah yang terbaik untuk kita…

Banyak hal kebaikan tentunya yang dapat kita rasakan dari mengingat Allah…
Dengan Catatan, MENGINGAT ALLAH INI KITA LAKUKAN SEUMUR HIDUP KITA… !!

Satu hal lagi, Di dalam mengisi kehidupan di dunia ini, Allah Swt, telah menjanjikan kepada siapa saja yang mengingat Allah, akan mendapatkan,
Ketentraman…
Ketenangan…
Kesabaran…

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman,

الَّذِينَ آمَنُوا وَتَطْمَئِنُّ قُلُوبُهُمْ بِذِكْرِ اللَّهِ أَلا بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ

Orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan berzikir (mengingat) Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram” (Qs. ar-Ra’du: 28).

Artinya dengan berzikir kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala segala kegalauan dan kegundahan dalam hati mereka akan hilang dan berganti dengan kegembiraan dan kesenangan.