Cara Berdagang Ala Rasulullah SAW


Suatu Negara akan maju jika jumlah penduduk yang berwirausaha memiliki minimal 2%. Jika masyarakat Indonesia memiliki jiwa bisnis dan mau membuat lapangan kerja sendiri maka akan sedikit jumlah pengangguran di Indonesia.

Jauh sebelum Nabi Muhammad SAW diangkat menjadi Rasul, beliau adalah seorang pengusaha sukses dimasanya. Sejak usia 12 tahun beliau telah diajarkan berdagang oleh pamannya Abu Thalib.

Beranjak dewasa, Rasulullah menunjukkan bakatnya menjadi seorang pengusaha sukses yang jujur, adil, serta dapat dipercaya dalam membuat perjanjian bisnis. Modal itulah yang membuat usahanya terus berkembang dan menambah pundi-pundi kekayaan beliau.

Ada 4 sifat utama yang beliau terapkan dalam berniaga:

1. Fathonah (Cerdas)

Cerdas dalam hal melihat peluang pasar dan Cerdas dalam mengambil hati pembeli.

Peluang Pasar

Dikisahkan ketika saat berdagang di Mekkah, para pedagang dari kaum Quraisy ingin menjatuhkan usaha Rasulullah SAW dengan memainkan harga dibawah harga pasar saat itu sehingga harga menjadi tidak wajar (banting harga).

Maka beliau menunggu waktu yang tepat dengan bersabar, hingga semua dagangan milik pedagang Quraisy habis. Saat barang dagangan diluar habis, maka permintaan akan naik dan membuat Rasulullah mampu membuat harga kembali normal.

Hasilnya saat semua pedagang Quraisy rugi karena menjual dibawah harga pasar, Rasulullah tetap mendapat untung karena menjual dengan harga normal.

Mengambil Hati Pembeli

Jika pada masa itu pedagang Yahudi sering mengurangi takaran dalam berdagangnya, Rasulullah mengajarkan para pedagang Muslim untuk melebihkan takaran meski hanya segenggam. Itulah yang membuat pedagang Muslim lebih banyak didatangi oleh pembeli dan dapat menguasai pasar Madinah kala itu.

2. Amanah (Dapat di Percaya)

Selama merintis usahanya, Rasulullah SAW tidak pernah ingkar dan lupa terhadap perjanjian yang telah dibuatnya . Mulai dari perjanjian dengan rekan bisnis maupun dengan karyawannya.

Tentang Administrasi Perjanjian

“Wahai orang-orang yang beriman! apabila kamu melakukan utang piutang untuk waktu yang ditentukan, hendaklah kamu menuliskannya. Dan hendaklah seorang penulis diantara kamu menuliskannya dengan benar. Janganlah penulis menolah menuliskannya sebagaimana Allah telah mengajarkan kepadanya, maka hendaklah dia menuliskan. Dan ambillah saksi apabila kamu berjual beli, dan janganlah penulis dipersulit dan begitu juga saksi. Jika kamu lakukan (yang demikian), maka sungguh, hal itu suatu kefasikan pada kamu. Dan bertakwalah kepada Allah, Allah memberikan pengajaran kepada kamu, dan Allah maha mengetahui segala sesuatu.” (QS. Al-Baqarah : 282)

Dasar ini yang membuat Nabi Muhammad menulis setiap perjanjian dalam usahanya, sehingga tidak akan lupa dan bisa dipertanggung-jawabkan.

Tentang Upah Bayaran

Rasulullah SAW bersabda,

“Allah SWT berfirman, ‘Tiga jenis (manusia) yang aku menjadi musuhnya kelak pada hari kiamat; Laki-laki yang memberi dengan namaku lalu berkhianat, Laki-laki yang menjual orang yang merdeka (bukan budak) lalu memakan uang hasil penjualannya, dan Laki-laki yang mempekerjakan pekerja, yang mana ia memenuhi pekerjaannya, tetapi ia tidak memberikan upah.” (HR. Bukhari, lihat Fathul Bari, 4/447)

3. Shidiq (Jujur/Benar)

Keutamaan menjadi pedagang yang jujur adalah dikumpulkannya nanti bersama Nabi pada hari kiamat, sesuai sabda Rasul:

Tentang Cara Menjalankan Bisnis

Contoh perilaku jujur dalam kegiatan dagang Rasul:

  • Jujur dalam takaran dan timbangan
  • Tidak berbohong dan menipu pembeli
  • Barang yang dijual adalah barang yang halal
  • Tidak menimbun barang dagangan (ikhtiar)
  • Kelompokkan produk sesuai dengan kualitasnya
  • Tidak menjual produk uang kualitas rendah

4. Tablig (Menyampaikan)

Menyampaikan apa yang menjadi hak dan kewajiban pembeli atau rekan usaha.

Tentang Akad Perjanjian

Memperjelas akad yang digunakan dengan pembeli atau sesama pedagang, apakah transaksi tersebut menggunakan murahabah, mudharabah, ijarah, syirkah, dsb.

Tidak melakukan transaksi yang dilarang seperti mengandung unsur:

  • Gharar (ketidakjelasan, penipuan)
  • Masyir (perjudian)
  • Riba (bunga)
  • Riswah (suap, sogokan), dan lain-lain.

Dengan menanamkan empat sifat utama Nabi Muhammad SAW, akan melahirkan sikap atau etika pengusaha muslim. Suatu sikap yang tidak hanya bisa menghatarkan Anda berkah di dunia saja, tapi juga sukses di akhirat nanti.

Sumber:http://www.syaamilstore.com/blog/read/tips-menarik/1273/cara-berdagang-rasulullah-agar-berkah-dan-berlimpah.html

Pabrik Tas di Indonesia

Konveksi Tas Idola Sebagai

Pengrajin Tas

Alamat Produsen Tas pembuat Tas

Seminar

Jl. Leuwipanjang – Leuwi Sari V no 59

Bandung

No Hp 081-221-248-03

Telepon 022 – 520 6738

www.tasidola.com / www.pabriktas.co.id

Email : info_dh@yahoo.com / info_tasidola@yahoo.com