ISRA MI’RAJ


Isra

Isra menurut bahasa artinya berjalan pada malam hari. Sedangkan menurut istilah, Isra adalah perjalanan Nabi Muhammad SAW pada malam hari dari Masjid Haram ke Masjid Al-Aqsa.

Mi’raj

Mi’raj menurut bahasa artinya tangga untuk naik ke atas. Sedangkan menurut istilah, Mi’raj adalah perjalanan Nabi Muhammad SAW naik dari bumi ke langit ke tujuh dan di lanjutkan ke Sidratul Muntaha hingga menerima wahyu di hadirat Allah SWT.

Isra Mi’raj

Isra Mi’raj adalah perjalanan Nabi Muhammad SAW pada malam hari dari Masjid Haram ke Masjid Al-Aqsa kemudian dilanjut ke Sidratul Muntaha guna muntaha Allah SWT.

Isra Mi’raj terjadi pada periode akhir kenabian di Makkah sebelum Rasulullah SAW hijrah ke Madinah. Isra Mi’raj terjadi pada tahun pertama sebelum hijrah, yaitu antara tahun 620-621 M. Isra Miraj terjadi pada malam 27 Rajab tahun ke-10 kenabian.

DALIL PERISTIWA ISRA MI’RAJ

سُبْحَانَ الَّذِي أَسْرَىٰ بِعَبْدِهِ لَيْلًا مِنَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ إِلَى الْمَسْجِدِ الْأَقْصَى الَّذِي بَارَكْنَا حَوْلَهُ لِنُرِيَهُ مِنْ آيَاتِنَا ۚ إِنَّهُ هُوَ السَّمِيعُ الْبَصِيرُ

“Maha suci Allah, yang telah memperjalankan hamba-Nya pada suatu malam dari Al Masjidil Haram ke Al Masjidil Aqsha yang telah kami berkahi sekelilingnya agar kami perlihatkan kepadanya sebagian dari tanda-tanda (kebesaran) kami. Sesungguhnya dia adalah maha mendengar lagi maha megetahui.” (QS. Al Isra : 01)

“Dan sesungguhnya Muhammad telah melihat Jibril itu (dalam rupanya yang asli) pada waktu yang lain, (yaitu) di Sidratul Muntaha. Di dekatnya ada surga tempat tinggal. (Muhammad melihat Jibril) ketika Sidratul Muntaha diliputi oleh sesuatu yang meliputinya. Penglihatannya (Muhammad) tidak berpaling dari yang dilihatnya itu dan tidak (pula) melampauinya. Sesungguhnya dia telah melihat sebahagian tanda-tanda (kekuasaan) Tuhannya yang paling besar.” (QS. An-Najm : 13-18)

PERISTIWA-PERISTIWA YANG TERJADI KETIKA ISRA MI’RAJ

Selain hanya sekedar perjalanan dari Makkah ke Yerussalem dilanjutkan ke langit dengan kendaraan Buraq, ada beberapa peristiwa lainnya yang melingkupi Isra Mi’raj, diantaranya:

  1. Pembelahan dada Nabi Muhammad SAW yang kemudian di sucikan dengan air zamzam oleh malaikat Jibril disamping Ka’bah sebelum berangkat ke Yerussalem.
  2. Nabi Muhammad SAW menjadi Imam atas nabi-nabi terdahulu ketika shalat sunnah dua rakaat di Masjid Al Aqsa.
  3. Malaikat Jibril datang membawa dua gelas minuman yang berisi susu dan arak. Nabi Muhammad SAW memilih susu yang mengisyaratkan bahwa umat Islam tidak akan tersesat.
  4. Di langit pertama, Nabi Muhammad bertemu Nabi Ibrahim as. Di langit kedua bertemu Nabi Isa as dan Nabi Yahya as. Di langit ketiga bertemu Nabi Yusuf as. Di langit keempat bertemu Nabi Idris as. Di langit kelima bertemu Nabi Harun as. Di langit keenam bertemu Nabi Musa as. Dan di langit ketujuh bertemu Nabi Ibrahim as.
  5. Saat mendapat perintah shalat, Nabi Muhammad selalu berdiskusi dengan Nabi Musa as di langit keenam tentang bilangan shalat dalam sehari.

HIKMAH ISRA MI’RAJ

Perintah shalat dalam perjalanan Isra dan Mi’raj Nabi Muhammad SAW, kemudian menjadi ibadah wajib bagi setiap umat Islam dan memiliki keistimewaan tersendiri dibandingkan ibadah-ibadah lainnya. Sehingga, dalam konteks spiritual imaniah maupun perspektif rasional ilmiah, Isra Mi’raj merupakan kajian yang tak kunjung kering inspirasi dan hikmahnya bagi kehidupan umat beragama (Islam).

Isra Mi’raj merupakan perjalanan suci dan bukan sekedar perjalanan “wisata” biasa bagi Rasul. Sehingga peristiwa ini menjadi perjalanan bersejarah yang akan menjadi titik balik dari kebangkitan dakwah Rasulullah SAW. Isra Mi’raj adalah satu dari tiga perjalanan terpenting dalam sejarah hidup Rasulullah SAW, selain perjalanan Hijrah dan Haji Wada.

Jika perjalanan hijrah dari Makkah ke Madinah pada 662 M menjadi permulaan dari sejarah kaum muslimin, atau perjalanan Haji Wada yang menandai penguasaan Kaum Muslimin atas kota suci Makkah, maka Isra Mi’raj menjadi puncak perjalanan seorang hamba (al-abd) menuju sang pencipta (al-Khalik). Isra Mi’raj adalah perjalanan menuju kesempurnaan rohani (insan kamil). Sehingga perjalanan ini, menurut para sufi, adalah perjalanan meninggalkan bumi yang rendah menuju langit yang tinggi.

Sumber:http://www.masuk-islam.com/pembahasan-lengkap-pengertian-isra-miraj-dan-peristiwa-isra-miraj.html

Pabrik Tas di Indonesia

Konveksi Tas Idola Sebagai

Pengrajin Tas

Alamat Produsen Tas pembuat Tas

Seminar

Jl. Leuwipanjang – Leuwi Sari V no 59

Bandung

No Hp 081-221-248-03

Telepon 022 – 520 6738

www.tasidola.com / www.pabriktas.co.id

Email : info_dh@yahoo.com / info_tasidola@yahoo.com