Peran Suami Dalam Rumah Tangga


Sebagai pemimpin keluarga, seorang suami mempunyai kewajiban-kewajiban, diantaranya:

  1. Memberi Nafkah

Seorang suami berkewajiban memenuhi kebutuhan sandang, pangan, dan papan. Seorang suami wajib menafkahi istri dan anak-anaknya, menyediakan tempat tinggal serta mengadakan pakaian untuk mereka sesuai kemampuannya. Dia dijadikan sebagai pemimpin terhadap istri dan anak-anaknya diantaranya karena telah menafkahi mereka. Sebagaimana firman Allah SWT dalam surat An-Nisaa’ ayat 34;

الرِّجَالُ قَوَّامُونَ عَلَى النِّسَاءِ بِمَا فَضَّلَ اللَّهُ بَعْضَهُمْ عَلَىٰ بَعْضٍ وَبِمَا أَنْفَقُوا مِنْ أَمْوَالِهِمْ

“Kaum pria adalah pemimpin bagi kaum wanita, disebabkan Allah telah melebihkan sebagian mereka (kaum pria) diatas sebagian yang lain (kaum wanita) dan disebabkan kaum pria telah membelanjakan sebagian dari harta mereka”

Dalam memenuhi kebutuhan keluarga hendaklah seorang suami mencari nafkah dengan cara yang halal agar diberkahi oleh Allah SWT.

  1. Membina dan Mendidik

Tugas suami bukan hanya bertanggung jawab memenuhi kebutuhan materi rumah tangga, kelayakan tempat tinggal, nafkah, dan kecukupan materi lainnya. Melainkan tugas suami juga bertanggung jawab membina dan mendidik istri dan anak, bahkan itu lebih penting dari sekedar mencukupi kebutuhan materi. Seperti firman Allah SWT dalam surat At-Tahrim ayat 6;

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا قُوا أَنْفُسَكُمْ وَأَهْلِيكُمْ نَارًا

“Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka”

Al-Imam As-Sa’di rahimahullah dalam tafsir ayat tersebut berkata “Tidak akan selamat seorang hamba kecuali jika ia telah menunaikan perintah Allah terhadap dirinya dan terhadap siapa saja yang dibawah tanggung jawabnya dari para istri dan putra-putrinya, serta yang lainnya yang dibawah kewenangan dan pengaturannya.

Dengan menegakkan amar ma’ruf nahi munkar dalam rumah tanggamu, mengajak mereka pada kebaikan dan mencegah mereka dari kejelekkan, terutama kewajiban sholat. Allah SWT berfirman dalam surat At-Thaha ayat 132;

وَأْمُرْ أَهْلَكَ بِالصَّلَاةِ وَاصْطَبِرْ عَلَيْهَا

“Dan perintahkanlah kepada keluargamu mendirikah sholat dan bersabarlah kamu dalam mengerjakannya”

Rasulullah SAW bersabda;

مُرُوا أَولاَدَكُمْ بِالصَّلاَة وَهُمْ أَبْنَاء سَبْع سِنِيْنَ وَاضْرْبُوهُمْ عَلَيْها وَهُم أَبْنَاء عَشَر وَفَرِّقُوا بَيْنَهُم في الْمَضَاجِع

Perintahkan putra putri kalian untuk menunaikan shalat pada umur 7 tahun, dan pukullah mereka (dengan pukulan yang tidak memudharatkan) pada saat berusia 10 tahun karena meninggalkan shalat dan pisahkan ranjang mereka” (HR Abu Dawud no. 495, dishahihkan oleh Asy Syaikh Al Albani).

  1. Bergaul dengan mereka secara baik

Seorang suami hendak membina keluarganya dengan cara yang baik, lemah lembut, dan penuh kasih sayang, bukan dengan kekerasan. Allah SWT berfirman yang artinya “bergaullah dengan mereka secara patut”

Al-Imam Ibnu Katsir berkata ketika menafsirkan ayat tersebut “Maniskanlah perkataan kalian terhadap mereka, baguskanlah perbuatan dan penampilan kalian sebagaimana kalian senang jika istri-istri kalian seperti itu, maka berbuatlah engkau untuk dia seperti itu pula.”

Rasulullah SAW juga bersabda “Sesungguhnya tidaklah kelemah lembutan itu pada sesuatu melainkan akan menghiasinya, dan tidaklah kelemah lembutan itu dicabut darinya melainkan akan menjadikannya jelek.” (HR. Muslim no.4698)

Engkau juga harus membersihkan rumah tanggamu dari berbagai sarana yang dapat merusak aqidah, akhlak, dan juga sarana yang membuat mereka lalai dari berdzikir kepada Allah. Dunia benar-benar fitnah, telah terbuka lebar-lebar pintu fitnah yang membuat lalai bani Adam. Waktu shalat telah tiba, adzan dikumandangkan, beberapa orang saja yang sudi menjawab panggilan adzan dan mau mengerjakan shalat diawal waktu. Bahkan tidak sedikit dari mereka yang tidak shalat.

Engkaulah para suami yang bertanggung jawab terhadap keluargamu, istri dan putra-putrimua. Jika engkau merasa iba keluargamu terlantar dari sisi dunia mereka, seharusnya engkau lebih iba jika keluargamu terlantar dari sisi akhirat kelak. Engkau kelak pada hari kiamat akan diminta pertanggung jawaban terhadap mereka.

Rasulullah SAW bersabda;

كُلُّكُمْ رَاعٍ ، وَكُلُّكُمْ مَسْئُولٌ عَنْ رَعِيَّتِهِ

“Setiap kalian adalah pemimpin, dan kalian akan dimintai pertanggung jawaban dari yang di pimpin.” (HR. Al-Bukhari no 983 dan Muslim no. 1829, dari sahabat Abdullah bin Umar radhiyallahu ‘anhuma)

Sabarlah menjadi nahkoda bahtera rumah tangga. Tali pernikahan adalah sebuah ibadah yang agung, sehingga bangunlah rumah tangga diatas takwa. Barangsiapa yang bertakwa kepada Allah SWT dengan sebenar-benar takwa, pasti Allah akan memberikan jalan keluar segala problematika yang di hadapi. Rumah tangga yang diramaikan dengan amalan shalih, seperti menegakkan Shalat, membaca Al-Qur’an, memperbanyak Dzikir kepada Allah SWT, meneladani sunah-sunah Rasul dan lainnya, akan diberikan oleh Allah SWT kehidupan yang baik, sehingga Allah jadikan mereka diliputi dengan kebaikan dan kebahagiaan.

An-Nahl ayat 97;

مَنْ عَمِلَ صَالِحًا مِنْ ذَكَرٍ أَوْ أُنْثَىٰ وَهُوَ مُؤْمِنٌ فَلَنُحْيِيَنَّهُ حَيَاةً طَيِّبَةً ۖ وَلَنَجْزِيَنَّهُمْ أَجْرَهُمْ بِأَحْسَنِ مَا كَانُوا يَعْمَلُونَ

“Barangsiapa yang beramal amalan shalih, baik dari laki-laki maupun perempuan dalam keadaan ia beriman, maka kami akan karuniakan kepadanya kehidupan yang baik.”

Sumber:http://buletin-alilmu.net/2011/03/04/peran-suami-dalam-rumah-tangga/

Pabrik Tas di Indonesia

Konveksi Tas Idola Sebagai

Pengrajin Tas

Alamat Produsen Tas pembuat Tas

Seminar

Jl. Leuwipanjang – Leuwi Sari V no 59

Bandung

No Hp 081-221-248-03

Telepon 022 – 520 6738

www.tasidola.com / www.pabriktas.co.id

Email : info_dh@yahoo.com / info_tasidola@yahoo.com