RIBA


Riba merupakan perbuatan dosa besar dengan Ijma’ Ulama, berdasarkan Al-Qur’an dan As-Sunnah.

Dalil dari Al-Qur’an:

وَأَحَلَّ اللَّهُ الْبَيْعَ وَحَرَّمَ الرِّبَا

“Allah telah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba.” (QS. Al-Baqarah : 275)

Nabi Muhammad SAW telah melarang umatnya dari riba dan memberitakan bahwa riba termasuk tujuh perbuatan yang menghancurkan. Para Ulama sepakat bahwa riba adalah haram dan termasuk dosa besar.

Makna dan Macam-Macam Riba

Secara bahasa riba adalah tambahan, sedangkan menurut istilah syara’ (agama), para ahli fiqih memberikan difinisi yang berbeda-beda kalimatnya, namun maknanya berdekatan.

Al-Hanafiyyah menyatakan riba adalah kelebihan yang tidak ada penggantinya (imbalannya) menurut standar syar’i, yang disyaratkan untuk salah satu dari dua orang yang melakukan akad penukaran (harta).

Syafi’iyyah menyatakan riba adalah akad untuk mendapatkan ganti tertentu yang tidak diketahui persamaannya menurut standar syar’i (agama Islam) pada waktu perjanjian, atau dengan menunda penyerahan kedua barang yang ditukar, atau salah satunya.

Hanabilah menyatakan riba adalah perbedaan kelebihan di dalam perkara-perkara, mengakhirkan di dalam perkara-perkara, pada perkara-perkara khusus yang ada keterangan larangan riba dari agama Islam, dengan keterangan tegas di dalam sebagiannya, dan qiyas pada yang lainnya.

Macam-Macam Riba

1. Riba An-Nasi’ah (Riba Karena Mengakhirkan Tempo)

Yaitu tambahan nilai hutang sebagai imbalan dari tempo yang di undurkan. Hutang itu bisa karena penjualan barang atau hutang (uang).

Tambahan nilai hutang sebagai imbalan dari tambahan tempo yang diberikan, sementara tambahan tempo itu sendiri disebabkan ketidakmampuannya membayar hutang pada waktunya. Jika demikian, maka tambahan uang yang disyaratkan sejak awal terjadinya akad hutang piutang, walaupun tidak jatuh tempo, yang dilakukan oleh bank, BMT, Koperasi dan lainnya, di zaman ini, adalah riba yang lebih buruk dari riba jahiliyyah, walaupun mereka menyebut istilah bunga.

2. Riba Al-Fadhl (Riba Karena Kelebihan)

Yaitu riba dengan sebab adanya kelebihan pada barang-barang riba yang sejenis, saat ditukarkan. Riba ini juga disebut An-Naqd (kontan) sebagai kebalikan dari riba An-Nasi’ah. Juga dinamakan Riba Khafi (samar) sebagai kebalikan Riba Jali (nyata).

Bahaya Riba Di Dunia

 1. Laknat Bagi Pelaku Riba

عَنْ جَابِرٍ قَالَ لَعَنَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ آكِلَ الرِّبَا وَمُوكِلَهُ وَكَاتِبَهُ وَشَاهِدَيْهِ وَقَالَ هُمْ سَوَاءٌ

Dari Jabir RA, dia berkata, “Rasulullah SAW melaknat pemakan riba, peberi makan riba, penulisnya, dan dua saksinya”, dan beliau bersabda, “Mereka itu sama.” (HR. Muslim, no. 4177)

2. Perang Dari Allah dan RasulNya

Barangsiapa nekat melakukan riba, padahal larangan sudah sampai kepadanya, maka hendaklah dia bersiap mendapatkan serangan peperangan dari Allah dan RasulNya. Siapa yang akan menang melawan Allah ? Allah SWT berfirman, yang artinya, “Hai orang-orang yang beriman, bertaqwalah kepada Allah dan tinggalkan sisa riba (yang belum dipungut) jika kamu orang-orang yang beriman. Maka jika kamu tidak mengerjakan (meninggalkan sisa riba) maka ketahuilah bahwa Allah dan RasulNya akan memerangimu. Dan jika kamu bertaubat (dari pengambilan riba ), maka bagimu pokok hartamu, kamu tidak menganiaya dan tidak (pula) dianiaya. (Al-Baqarah : 278-279)

Bahaya Riba Di Akhirat

1. Bangkit Dari Kubur Dirasuki Setan

Barang siapa memakan riba akan dibangkitkan pada hari kiamat dalam keadaan gila, berjalan sempoyongan. Orang-orang yang makan (mengambil) riba tidak dapat berdiri melainkan seperti berdirinya orang yang kemasukan syaitan lantaran (tekanan) penyakit gila.

2. Akan Berenang Di Surga Darah

فَمَنْ جَاءَهُ مَوْعِظَةٌ مِنْ رَبِّهِ فَانْتَهَىٰ فَلَهُ مَا سَلَفَ وَأَمْرُهُ إِلَى اللَّهِ ۖ وَمَنْ عَادَ فَأُولَٰئِكَ أَصْحَابُ النَّارِ ۖ هُمْ فِيهَا خَالِدُونَ

Orang-orang yang telah sampai kepadanya larangan dari Rabbnya, lalu terus berhenti (dari mengambil riba), maka baginya apa yang telah diambilnya dahulu (sebelum datang larangan); dan urusannya (terserah) kepada Allah. Orang yang kembali (mengambil riba), maka orang itu adalah penghuni-penghuni neraka; mereka kekal di dalamnya. (Al-Baqarah : 275)

Sumber:https://almanhaj.or.id/4231-riba-dosa-besar-yang-menghancurkan.html

Pabrik Tas di Indonesia

Konveksi Tas Idola Sebagai

Pengrajin Tas

Alamat Produsen Tas pembuat Tas

Seminar

Jl. Leuwipanjang – Leuwi Sari V no 59

Bandung

No Hp 081-221-248-03

Telepon 022 – 520 6738

www.tasidola.com / www.pabriktas.co.id

Email : info_dh@yahoo.com / info_tasidola@yahoo.com